Jakarta (ANTARA News) - Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang diharapkan dapat digunakan dan beroperasi pada tanggal 7 Desember 2018 setelah menambah gate tapping dan pemindahan pedagang kaki lima.

"Pembukaan Insha Allah 7 Desember, kalau sudah dibuka pintu penumpang, PKL sudah bisa naik ke atas, jalan di bawahnya dibuka lagi seluruhnya. Semoga seminggu ke depan ini sudah dipergunakan," kata Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho di Jakarta, Jumat.

Ia menyampaikan dari hasil peninjauan bersama pemerintah DKI yang diwakili Wakil Walikota Jakarta Pusat, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PD Pembangunan Sarana Jaya bahwa JPM telah siap digunakan setelah penambahan beberapa pintu.

Pada 18 November lalu, ada kesepakatan pemerintah Provinsi DKI Jakarta DKI dengan PT KAI terkait lima hal, yaitu aset, pintu, arus penumpang, sarana-prasarana, dan pengamanan. Sementara itu, empat unsur sudah dipenuhi PD Pembangunan Sarana Jaya kecuali masalah aset.

"Kalau soal aset itu saat ini pembicaraan jangka panjang dan itu yang kita butuhkan sekrang itu yg empat unsur dulu itu saja. Tapi, sudah lihat tadi kan, ada toilet portabel, mushola, ini sudah dibuka. Tadi adanya enam kios disini tapi udah dibongkar, jadi para penumpang tidak akan macet lagi arusnya.

Diharapkan tidak ada penumpukan dan pemberhentian penumpang ditengah-tengah pintu itu," tegasnya. Diharapkan dengan ada jembatan layang beserta moda transportasi terpadu atau Jak Lingko dapat mengurangi kemacetan di kawasan perbelanjaan itu.
Pewarta: Tessa Qurrata Aini
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018