Surabaya (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Polisi Luki Hermawan memberikan penghargaan kepada anggota Satlantas Polres Lamongan Bripka Andreas Dwi Anggoro di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Jumat.

Kapolda Jatim didampingi Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Toni Harmanto secara simbolis memberikan penghargaan berupa piagam dan juga talih asih kepada Bripka Andreas yang mengalami luka pada mata bagian kanan akibat terkena tembakan kelereng oleh pelaku penyerang pos polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL) beberapa waktu lalu.

"Pemberian penghargaan kepada Bripka Andreas sebagai anggota Polsek Paciran yang tidak hanya melawan pelaku penyerangan pos polisi, tetapi juga berhasil menangkap kedua pelaku," kata Luki.

Luki mengapresiasi tindakan Bripka Andreas yang mengejar dan menangkap pelaku penyerangan pos polisi saat berdinas.

Selain itu, Bripka Andreas dianggap layak mendapatkan penghargaan tersebut lantaran saat melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku tersebut dalam keadaan terluka.

"Ini dalam keadaan terluka, ini luar biasa, anggota kami dari jajaran polda. Walaupun dalam keadaan terluka mengejar dan berhasil menangkap pelaku," ucap Kapolda.

Luki berjanji pihaknya akan menanggung pengobatan dari Bripka Andreas sampai sembuh. Bahkan, jika pengobatannya harus dilakukan ke luar negeri, Polda Jatim tetap akan menanggungnya.

"Walau harus ke luar negeri, saya akan lakukan supaya anggota kami bisa kembali normal sesuai dengan harapan keluarga dan semuanya," kata Luki.

Sampai saat ini, kata dia, masih menunggu pemeriksaan dokter apakah harus dibawa ke luar negeri untuk pengobatan yang lebih baik atau tidak.

"Saya minta dokter untuk segera putuskan. Kalau harus ke luar negeri, tidak masalah, supaya bisa betul-betul sembuh," ucapnya.

Sebelumnya, pos polisi di WBL dilempar batu oleh orang tak dikenal pada hari Selasa pukul 01.00 WIB yang mengakibatkan kaca pecah. Bripka Andreas yang berjaga lalu mengejar si pelempar batu dengan motor.

Pelaku yang berboncengan menghadang di Pasar Blimbing. Mereka lalu mengeluarkan katapel dan melontarkan biji kelereng ke arah Bripka Andreas. Mata kanan polisi itu terkena tembakan kelereng.

Meski mengalami luka, dia tetap mengejar pelaku yang coba melarikan diri. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap dan diamankan di Polsek Brondong setelah Bripka Andreas menabrakkan motornya.

Kini, kedua pelaku yang diduga masuk dalam jaringan kelompok radikal tersebut ditangani Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Pewarta: 
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018