Warga Rohingya duduk di wilayah Bangladesh akibat tidak diizinkan masuk oleh Garda Perbatasan Bangladesh (BGB), untuk masuk Bangladesh, di Cox Bazar, Bangladesh, Senin (28/8/2017). (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
Mataram, NTB (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Z Majdi, menyampaikan rasa simpatinya terhadap penderitaan yang dialami muslim Rohingya di Myanmar.
"Beberapa hari terakhir kita melihat pembantaian terhadap orang-orang tidak bersenjata, anak-anak, kaum perempuan, orang tua, (jumlahnya) ribuan," kata Majdi, di Mesjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Jumat.
"Beberapa hari terakhir kita melihat pembantaian terhadap orang-orang tidak bersenjata, anak-anak, kaum perempuan, orang tua, (jumlahnya) ribuan," kata Majdi, di Mesjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Jumat.
Dia menyayangkan komunitas dan masyarakat internasional seperti menutup mata dan tidak berani mengambil sikap serta mengeluarkan pernyataan yang keras, apalagi menyuarakan hukuman atau sanksi kepada pemerintah Myanmar yang telah membiarkan pembantaian seperti itu.
Padahal, kata dia, dari sisi kemanusiaan dan nilai-nilai agama, dirinya meyakini tidak ada agama mana pun yang menguatkan pembantaian seperti itu.
"Jadi jelas, kami di NTB dari sisi kemanusiaan dan semua kita beragama tidak menguatkan pembantaian itu, karenanya kita minta ini dihentikan," kata dia.
Padahal, kata dia, dari sisi kemanusiaan dan nilai-nilai agama, dirinya meyakini tidak ada agama mana pun yang menguatkan pembantaian seperti itu.
"Jadi jelas, kami di NTB dari sisi kemanusiaan dan semua kita beragama tidak menguatkan pembantaian itu, karenanya kita minta ini dihentikan," kata dia.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

0 comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.