Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan perusahaan yang melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia makin banyak untuk mendorong peningkatan kapitalisasi pasar saham.

"Saya betul-betul mendorong untuk masuk bursa bagi perusahaan yang sehat dan memiliki basis bisnis yang baik," kata Sri Mulyani seusai menghadiri acara penutupan perdagangan saham 2017 di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani mengatakan perusahaan yang tercatat masuk bursa dapat meningkatkan modal tanpa membebani utang, sehingga dapat membantu peningkatan kinerja investasi serta memperlihatkan performa sektor jasa keuangan yang makin baik.
Selain itu, perusahaan itu juga dapat meningkatkan kapitalisasi pasar saham yang saat ini tercatat mencapai Rp6.993 triliun karena nilai tersebut masih jauh dari kapitalisasi negara-negara berkembang lainnya yang bisa mencapai 90 persen-100 persen dari PDB.

"PDB kita Rp13.500 triliun, jadi dengan Rp6.500 triliun, kita masih punya `room` cukup banyak. Syaratnya makin banyak perusahaan yang `listed` dan makin banyak investor dalam negeri yang `aware` untuk menabung saham karena menabung saham adalah langkah yang baik," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan performa perusahaan terbuka yang solid sepanjang 2017 telah memberikan dampak positif terhadap pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat pada akhir tahun pada posisi 6.355,65.

"Kita melihat fundamental perusahaan yang `listed` cukup baik sehingga kita bisa menjaga optimisme di 2018," kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menutup perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia yang tercatat pada posisi 6.355,65 pada akhir 2017 atau merupakan rekor tertinggi baru di sepanjang sejarah pasar modal domestik.
IHSG BEI ditutup menguat 41,60 poin atau 0,65 persen menjadi 6.355,65, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,04 poin (0,84 persen) menjadi 1.079,38.

Sejumlah capaian di sektor pasar modal Indonesia yaitu peningkatan jumlah investor sebesar 44 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor dan diikuti kenaikan nilai investasi investor domestik mencapai Rp340 triliun pada tahun ini.

Pada 2017 juga ada 37 perusahaan tercatat yang melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia yang merupakan tertinggi di BEI pada 23 tahun terakhir serta yang terbanyak di antara negara-negara kawasan Asia Tenggara. 
Pewarta: 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017