Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, ditutup menguat menembus level 6.000 poin seiring harapan positif investor terhadap data ekonomi nasional.

IHSG ditutup 38,80 poin atau 0,65 persen menjadi 6.027,93. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 6,48 poin atau 0,69 persen menjadi 953,53.

Vice President Research Department, Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya di Jakarta, Senin mengatakan ekspektasi positif dari investor terhadap data inflasi Juli yang sedianya akan dirilis dalam waktu dekat menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG.

"Inflasi yang disinyalir akan masih terkendali tentunya memberikan sentimen positif yang dapat membuat pola gerak IHSG dalam kondisi stabil," katanya.
Ia menambahkan kinerja emiten pada semester pertama yang juga membaik turut memberikan sentimen dalam pergerakan IHSG.

Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan hasil pertemuan the Fed pada pekan ini, terkait rencana menaikan suku bunga juga jadi perhatian pasar.

"Diharapkan sentimen global itu dapat memberikan sentimen positif untuk bertahannya IHSG di area penguatan," katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan sebanyak 431.551 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,417 miliar lembar saham senilai Rp8,017 triliun. Sebanyak 217 saham naik, 172 saham menurun, dan 126 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 167,91 poin (0,74 persen) ke 22.544,84, indeks Hang Seng melemah 71,14 poin (0,25 persen) ke 28.733,13, dan Straits Times melemah 17,83 poin (0,54 persen) ke posisi 3.307,15.

Baca juga: IHSG BEI bergerak naik

Baca juga: IHSG Jumat sore ditutup menguat 43 poin
Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018