Jakarta (Antara News) – Memasuki tahun 2018, PT Grand Kartech Indonesia Tbk (KRAH) siap berekspansi ke dalam bisnis infrastruktur pertambangan Tanah Air, setelah sebelumnya perusahaan ini menjadi pemimpin di industri Customized Machinery di Indonesia.


Strategi bisnis perusahaan ini tak lepas dari lesunya tren pasar selama 2017 yang menyebabkan turunnya volume penjualan dari Rp.312 miliar pada 2016 menjadi Rp.263 miliar pada 2017.

"Meskipun demikian, kami bukanlah pemain baru di sektor manufaktur pertambangan. Kami sudah memproduksi berbagai peralatan pertambangan, khususnya batubara, sejak 30 tahun lalu," lanjut Kenneth. 

Dari bisnis infrastruktur pertambangan, KRAH menargetkan Rp.400 miliar dengan laba bersih di kisaran tujuh persen. Kenneth optimistis dengan target itu mengingat carry over yang telah dicapai dari 2017 sebesar Rp.150 miliar serta beberapa kesepakatan yang tengah diajajaki oleh KRAH saat ini.

Pewarta: 
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2018