Friday, September 30, 2016

Dow turun hampir 200 poin karena kekhawatiran soal Eropa dan rencana Fed

Dow turun hampir 200 poin karena kekhawatiran soal Eropa dan rencana Fed
Ilustrasi: Situasi di Bursa Saham New York dalam satu kesempatan. (REUTERS/Lucas Jackson )
New York (ANTARA News) - Saham-saham AS ditutup lebih rendah pada Kamis waktu setempat, menyusul kekhawatiran mengenai bank-bank Eropa dan pembicaraan tentang kenaikan suku bunga Desember oleh Federal Reserve.

Investor mengkhawatirkan raksasa pemberi pinjaman Jerman Deutsche Bank AG, yang tengah didera kekhawatiran soal kesehatan neraca, khususnya kemampuannya untuk menahan potensi denda 14 miliar dolar dari Departemen Kehakiman AS, menurut MarketWatch dalam laporannya.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, melemah 195,79 poin atau 1,1% ditutup pada 18.143,45, dengan penurunan terbesar diderita Goldman Sachs Group Inc (-0,09%) dan Merck & Co (-2,20%), keduanya turun lebih dari 2%. Sebelumnya, rata-rata turun sebanyak-banyaknya 248 poin.

Indeks S & P 500 melemah 20,24 poin atau 0,9% menjadi 2.151,13, dengan semua sektor indeks berakhir lebih rendah, dipimpin oleh penurunan saham sektor kesehatan, keuangan, dan utilitas. Sebelumnya, indeks turun sebanyaknya 26 poin.

Nasdaq Composite Index juga turun 0,93%, berbalik dari defisit sebelumnya 64-poin dan ditutup turun 49,39 poin atau 0,9% pada 5.269,15.

Dengan perdagangan sore, fokus bergeser ke bank-bank Eropa, menyusul laporan bahwa beberapa kliring-derivatif telah menarik dana berlebihan dari Deutsche Bank.

Beberapa analis mengkhawatirkan bahwa risiko perbankan yang tengah dihadapi Deutsche Bank akan memberi efek domino dan mengingatkan pada krisis perbankan Eropa 2008.

Sementara dari Amerika, sejumlah indikator ekonomi dilaporkan membaik. Klaim pengangguran awal naik 3.000 menjadi 254.000 pada akhir September, namun tetap di bawah 300.000 untuk 82 minggu berturut-turut, menunjuk ke sebuah pasar tenaga kerja terus membaik.

Sementara itu, data revisi menunjukkan bahwa kinerja perekonomian di musim semi sedikit lebih baik dari yang diharapkan, seperti investasi bisnis tidak selemah seperti diperkirakan sebelumnya. Produk domestik bruto tumbuh cepat 1,4% pada kuartal kedua.

Pada hari Kamis, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan mendukung kenaikan suku bunga pada Desember jika perekonomian terus tumbuh seperti yang diharapkan, sementara Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan ia mengharapkan Fed untuk berada dalam posisi untuk menaikkan suku segera.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Dow turun hampir 200 poin karena kekhawatiran soal Eropa dan rencana Fed

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.