Jakarta  (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendorong para Indonesianis (orang asing yang tertarik kepada Indonesia) khususnya generasi milenial untuk memberikan saran dan rekomendasi guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Menlu Retno dihadapan peserta Forum Indonesianis Sedunia yang digelar di Denpasar, Bali, pada 30 Oktober 2018, demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pada kesempatan tersebut, menlu juga menekankan pentingnya para Indonesianis milenial dalam meningkatkan pemahaman tentang Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri, Siswo Pramono menyebutkan bahwa secara garis besar Indonesianis adalah orang asing yang memahami dan mencintai budaya Indonesia.

Selain itu, Indonesianis juga merupakan orang asing yang memiliki ketertarikan khusus kepada Indonesia, memiliki kekhususan ilmu akademik tentang Indonesia, dan secara berkelanjutan terlibat dalam pembangunan Indonesia secara intelektual.

Pada forum tersebut, Menlu Retno menyampaikan perkembangan diplomasi Indonesia di dunia, seperti peran Indonesia dalam proses perdamaian di Palestina dan Afghanistan, serta peran Indonesia dalam meningkatkan kewaspadaan dunia akan pentingnya pelestarian laut melalui penyelenggaraan "Our Ocean Conference" 2018 di Bali.

Menlu Retno menegaskan bahwa ada dua hal yang dapat membuat dunia lebih baik, yakni, persahabatan dan kerja sama, serta kepemimpinan global. Karenanya, dia mengajak para Indonesianis milenial untuk saling bekerja sama guna mewujudkan tujuan bersama.

Forum yang digelar pada 29-30 Oktober 2018 tersebut diikuti oleh 200 peserta yang merupakan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pegiat seni dan budaya.

Di antara para peserta, 145 orang merupakan Indonesianis yang tergolong generasi milenial dari 43 negara seperti Amerika Serikat, Australia, Botswana, Republik Ceko, Hongaria, dan China. Saat ini mereka sedang menempuh kuliah di berbagai perguruan tinggi di tanah air.

Forum yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Universitas Udayana tersebut merupakan wadah bagi para Indonesianis untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai Indonesia, serta bersinergi dalam memajukan Indonesia.

Tema besar forum, yakni, Peran Generasi Milenial, dibahas dalam diskusi pleno dan pelatihan dengan 3 sub tema, yaitu, Membangun Perdamaian Dunia: Kontribusi Indonesia Dalam Dunia Yang Damai; Pencapaian Indonesia Dalam Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pembangunan; serta Mempromosikan dan Melestarikan Kekayaan Budaya Indonesia.

Pada sesi pleno para peserta kegiatan juga membahas tema Masa Depan Indonesianis.

Beberapa pakar tentang Indonesia yang hadir pada forum internasional itu adalah Prof Anis H Bajrektarevic dari Austria, Prof Xu Liping dari China, Dr Michael RJ Vatikiotis dari Australia, dan Prof Dr Jan van der Putten dari Jerman.

Forum internasional itu juga menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya Indonesia, pembuatan batik, dan pertunjukan gamelan oleh sejumlah Indonesianis.  

Baca juga: Indonesianis: jangan fobia maraknya jilbab di Indonesia
Baca juga: Harapan Indonesianis di Belanda untuk Pemerintahan Jokowi
Pewarta: 
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018