Jakarta (Antara News) - PT Pertamina (Persero) menyerahkan bantuan BBM kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) untuk membantu kelancaran pencarian korban jatuhnya pesasat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 pada Senin (29/10).

Unit Manager Communication & CSR MOR III  Pertamina Dian Hapsari Firasati mengatakan BBM tersebut akan digunakan tim Basarnas sebagai bahan bakar kendaraan kapal-kapal yang beroperasi dalam pencarian dan evakuasi tersebut.

"Bantuan kami kirimkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan Basarnas. Hingga saat ini total sudah ada 6,6 kiloliter Pertamax yang kami serahkan," kata Dian melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Dian menambahkan, bantuan BBM tersebut akan digunakan untuk bahan bakar sebanyak 24 kapal operasional Basarnas. Bantuan diserahkan oleh tim Industrial Fuel Marketing MOR III kepada perwakilan Basarnas di area Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu (31/10).

"Kami upayakan maksimal untuk membantu proses pencarian," katanya.

Proses pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat LION JT 610 masih berlangsung hingga saat ini. Pertamina turut berbelasungkawa dan berharap proses pencarian dan evakuasi berlangsung lancar.

Ada pun Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Nugroho Budi Wiryanto di Jakarta, Selasa (30/10), mengatakan Basarnas melakukan perluasan wilayah pencarian menjadi 15 mil laut dari titik mula pesawat diperkirakan hilang. Nugroho mengatakan Rabu (31/10) merupakan hari ketiga pencarian.

"Rencana besok kami perluas di hari ketiga. Hari pertama radius pencarian 5 nautical mile, kedua 10 nautical mile dan besok 15 nautical mile," kata dia.
 
Pencarian pada hari Rabu juga akan dioptimalkan sejumlah kapal jenis "multibeam echosounder" dan "sound navigation and ranging" (sonar) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Adapun jenis kapal itu memiliki kemampuan pendeteksi bawah laut untuk membantu menemukan badan utama Lion Air JT 610.

Baca juga: Pertamina kerahkan kapal dukung evakuasi pesawat Lion Air
Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2018