Palembang (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membentuk Satuan Tugas khusus untuk mengatasi kerusakan sejumlah venue di kompleks olahraga Jakabaring Sport City, Palembang, akibat hujan dan angin kencang yang terjadi, Sabtu (27/10).

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Selasa, mengatakan tim ini ditenggat waktu untuk memperbaiki kawasan JSC dalam 60 hari.

"Harus selesai sebelum pergantian tahun, jadi dalam 60 hari harus selesai. Makanya saya bentuk Satgas pemulihan dengan ketua Sekda Sumsel Nasrun Umar," kata Herman Deru.

Satgas tersebut dibentuk melalui rapat pembahasan percepatan perbaikan venue-venue JSC yang dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh dan jajaran, sejumlah kepala dinas, pimpinan PT Bukit Asam, Pertamina, Sinarmas, BNI, Kementerian PUPR, Kepala BMKG, Kanwil Kemenag Sumsel, serta pihak terkait lainnya.

Herman Deru pada kesempatan itu menekankan komitmennya untuk menjaga kawasan JSC sebagai kebanggaan Indonesia di kancah internasional, bahkan pekerjaan ini sebagai salah satu ujian pertama dalam tugasnya selaku Gubernur Sumsel yang baru.

Ia mengaku bersyukur dengan komitmen semua pihak, BUMN, BUMD, serta Kementerian PUPR untuk turut bersama-sama membantu memperbaiki kawasan JSC.

"Saya tidak akan biarkan bangunan mewah dan berteknologi tinggi ini hancur. Satgas segera bentuk tahapan yang jelas sampai pulih kembali. Saya pantau perkembangannya setiap hari," kata Herman Deru.

Menurut dia, kejadian ini murni bencana berdasarkan data dari BMKG. Pemprov juga mendapat laporan jika Kementerian PUPR telah mengasuransikan sejumlah venue.

"Jika menunggu asuransi untuk memperbaiki pasti lama karena ada prosesnya. Padahal, perbaikan ini harus cepat, tapi tetap ada skala prioritas, seperti Aquatic, takutnya apabila lambat, kerusakan akan merambat kemana-mana," kata dia.

Sekda Sumsel Nasrun Umar kembali menggelar rapat kecil di kantor PT JSC, Selasa (30/10) pagi dengan sejumlah pihak terkait.

Ia menginstruksikan inventarisasi semua kerusakan dan tim langsung bekerja. "Saya minta dalam dua hari, pohon-pohon yang tumbang dibersihkan," kata dia.

Untuk kerusakan kecil dikoordinasikan PT JSC, kerusakan sedang dipimpin Kepala Dinas PSDA Sumsel, sementara kerusakan berat diketuai Kepala Dinas Perkim Sumsel.

"Kerusakan ringan ditarget selesai 25-30 hari, kerusakan sedang diperkirakan 30-35 hari, sedangkan yang rusak berat diselesaikan dalam 45 hari," kata dia.

Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh menyebutkan ada 131 pohon yang tumbang. "Dari 131 pohon tumbang, 72 diantaranya sudah berhasil dievakuasi," kata dia.

Sejumlah venue di Kompleks Olahraga JSC Palembang mengalami kerusakan parah akibat dihamtam hujan disertai angin kencang, Sabtu siang, sekitar pukul 14.00 WIB selama kurang lebih 30 menit.

BMKG merilis kejadian ini disebabkan oleh terbentuknya awan cumulonimbus atau awan hitam pekat karena pengaruh karakteristik permukaan topografi wilayah Jakabaring yang relatif rata dan sebagian besar merupakan lahan gambut. Kecepatan angin mencapai 40 knot/jam. Pemprov menaksir kerugian mencapai Rp20 miliar karena beberapa venue atapnya terlepas.

Baca juga: Angin kencang rusak kompleks Jakabaring, kerugian ditaksir tembus Rp20 miliar
Baca juga: Lima kejuaraan dunia siap digelar tahun 2019 di JSC
(D019/E009)
Pewarta: 
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018