Excava Amphibious dilengkapi dengan "undercarriage" khusus untuk beroperasi lebih optimal di area yang berair seperti rawa dan sungai,” kata Chief Business of Industrial Product Officer PT Pindad, Heru Puryanto di Jakarta, Rabu.
Presiden Joko Widodo meninjau produk Excavator Amphibious pada Pameran Konstruksi Indonesia 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu. (ANTARA News/ PT Pindad)
Heru menyampaikan BUMN tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 15 unit per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
“Semuanya di produksi di Bandung dan untuk pasar dalam negeri. Namun, ada beberapa negara yang juga tertarik, untuk itu kami juga buka pasar ekspor,” ungkap Heru.
Alat berat terbaru ini merupakan pengembangan dari produk excavator 20 ton standard sebagai inovasi PT Pindad untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional.
Dibekali mesin Inter-Cooled 170 HP premium di kelasnya, varian berdimensi 14 meter x 5 meter x 4 meter tersebut sudah mampu membawa berat 30 ton untuk bekerja di medan kemiringan 30-40 derajat.
Hal tersebut berbeda dengan excavator pada umumnya yang harus diberi landasan kemiringan 15 derajat terlebih dahulu.
Heru menyampaikan keunggulan lain dari produk ini adalah penggunaannya yang lebih stabil saat bekerja di medan berair.
“Untuk produk ini, kami tidak menambah investasi mesin baru karena semua sudah tersedia. Kami hanya menyiapkan lahannya saja,” kata Heru.

Baca juga: Pindad tingkatkan kandungan lokal produk alat berat

Baca juga: Indonesia pasar utama produk alat berat Belarus


 
Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2018