Saturday, December 31, 2016

Wisatawan pesisir selatan Banten diimbau tidak berenang

Wisatawan pesisir selatan Banten diimbau tidak berenang
ilustrasi: Wisata Pantai Banten Wisatawan memanfaatkan libur tahun baru dengan berenang di Pantai Pasir Putih, Anyer, Serang, Banten. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/nz/16)
Lebak (ANTARA News) - Wisatawan yang menikmati pergantian tahun 2016 ke 2017 di pesisir selatan Banten diimbau tidak berenang untuk menghindari kecelakaan laut.

"Peringatan ini guna mencegah wisatawan mengalami kecelakaan laut sehubungan cuaca di kawasan perairan itu memburuk," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Sabtu.

Selama ini, pesisir pantai selatan Banten cukup berbahaya bagi wisatawan untuk berenang karena ketinggian gelombang mencapai 3,5 meter.

Selain itu juga kecepatan angin 45 kilometer perjam dan bergerak dari arah barat.

Untuk itu, pesisir pantai selatan Banten yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia cukup tinggi karakter ombak hingga mencapai 3,5 meter.

Selain itu, kata Kaprawi, tiupan angin cukup tinggi dapat membahayakan nyawa wisatawan yang berenang tanpa menggunakan alat keselamatan.

Bahkan, korban yang terseret gelombang terhitung cukup banyak, maka peringatan ini dikeluarkan agar wisatawan tidak melakukan kegiatan tersebut.

"Kami khawatir (wisatawan) tersapu gelombang tinggi jika berenang di sekitar pesisir Pantai Selatan Banten," ujarnya.

Berdasarkan laporan BMKG Banten, prakiraan tinggi gelombang perairan selatan Banten berkisar 2,5 meter sampai 3,5 meter dengan rata-rata kecepatan angin 45 kilometer per jam.

BPBD Lebak mengimbau pengunjung tidak berenang di sekitar selatan Banten meliputi Pantai Binuangeun, Bagedur, Panggarangan, Pulau Manuk, Sukahujan, Cihara, Bayah, Ciantir dan Sawarna karena berbahaya bagi wisatawan.

"Kami berharap peringatan larangan berenang dapat ditaati oleh wisatawan untuk menghindari kecelakaan laut," katanya.

Koordinator Pengamanan Pantai Selatan Lebak Erwin Komara mengatakan, pihaknya melarang wisatawan berenang di sekitar perairan Samudera Hindia karena cuaca memburuk.

"Gelombang cukup tinggi, juga angin kencang, apalagi banyak batu karang. Kami berharap pengunjung wisata tahun baru tidak bermain atau berenang di sekitar Pantai selatan Banten," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, ribuan pengunjung wisata pesisir pantai selatan Banten mulai dipadati untuk merayakan pergantian malam tahun baru.

Mereka pengunjung datang dari sejumlah daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Bogor dan Sukabumi.

Pengunjung menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor juga mobil bak terbuka bagi pengunjung lokal.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Wisatawan pesisir selatan Banten diimbau tidak berenang

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.